Senin, 21 September 2015

Peranan Teknologi Informasi dalam Perkembangan UMKM di Indonesia

Era Globalisasi kini menjadikan teknologi informasi sebagai alat utama untuk berkomunikasi. Kini kegiatan jual beli tidak hanya dilakukan dengan mendatangi toko, namun kini dapat dilakukan di rumah. Perkembangan teknologi informasi yang cepat juga mengubah kebiasaan/perilaku masyarakat, termasuk di Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan teknologi informasi terbesar.

Berdasarkan grafik tersebut, perkembangan internet di Indonesia mencapai 430% dalam 5 tahun terakhir. Hal tersebut tentu juga merubah kebiasaan/perilaku masyarakat Indonesia. Mulai dari mencari artikel, film, anime, judul skripsi, download musik, hingga sosial media menggunakan internet. Menurut penelitian orang indonesia menghabiskan kurang lebih 5 jam dalam sehari untuk berselancar di dunia maya.

Gambar grafik diatas menunjukkan bahwa walaupun pengguna internet sudah semakin banyak, namun yang menggunakan internet sebagai media penjualan masih sedikit. Peluang inilah yang dapat dilakukan untuk meningkatkan penjualan.

Pemanfaatan internet sebagai media penjualan juga dapat dilakukan oleh UMKM. UMKM sendiri menurut UU No. 28 Tahun 2008 berarti Usaha Mikro adalah Peluang Usaha Produktif milik orang perorangan atau badan Usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang. Usaha yang dikategorikan UMKM adalah sebagai berikut:
  1. Peluang Usaha Mikro memiliki aset maksimal Rp 50.000.000 dan omsetnya maksimal Rp 300.000.000/tahun.
  2.  Peluang Usaha Kecil memiliki aset lebih dari Rp 50.000.000 - Rp 500.000.000 dengan omset lebih dari Rp 300.000.000-Rp 2,5 miliar/tahun
  3.  Peluang Usaha Menengah memiliki aset lebih dari Rp 500 .000.000 - Rp 10 miliar dengan omset lebih dari Rp 2,5 miliar -Rp 50 miliar/tahun.
UMKM sendiri memiliki peran sebagai dalam perekonomian secara nasional. Bahkan ketika negara menghadapi krisis ekonomi, UMKM menjadi penopang ekonomi nasional. Kontribusi UKM terhadap penyediaan lapangan kerja terbukti cukup tinggi. Tahun 2009, tercatat ada lebih dari 587.000 unit UKM di Indonesia yang telah memberi lapangan pekerjaan bagi lebih dari 6 juta masyarakat lokal yang ada di sekitar lokasi usaha (Depkop, 2010). Jadi jangan di anggap remeh usaha yang termasuk UMKM.

Peran UMKM sebagai penopang perekonomian secara nasional tidak perlu diragukan lagi. Peran UMKM kin harusnya perlu ditingkatkan lagi agar berkembang secara luas dan memiliki daya saing. UMKM kini dihadapkan dengan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). UMKM kini berhadapan dengan perusahaan internasional. Perusaahan internasional tersebut juga memilik modal yang jauh lebih besar. Hal ini tentu membuat pelaku UMKM harus melakukan inovasi dalam mempercepat pertumbuhan dan perkembangan UMKM miliknya. Daya saing yang kuat menjadi kunci utama UMKM dalam menjaga eksistensinya.

Daya saing UMKM dapat diwujudkan salah satunya dengan penggunaan Teknologi Informasi untuk meningkatkan transformasi bisnis, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi. Selain itu penggunaan teknologi informasi juga dapat memperluas jaringan pemasaran dan memperluas market share. Peningkatan daya saing UKM ini sangat diperlukan agar UKM mampu bertahan dan bersaing dalam kancah perdagangan global. Pada kenyataannya penggunaan Teknologi Informasi pada UMKM masih sangat rendah. Lembaga riset AMI Partners mengungkapkan fakta bahwa hanya 20% UKM di Indonesia yang memiliki komputer untuk mendukung kegiatan bisnisnya. Kendala penggunaan Teknologi Informasi dalam pengembangan UMKM antara lain:
  1. Tidak Merasa Butuh
  2. Dukungan Finansial yang terbatas
  3. Belum memiliki dukungan tenaga ahli/terampil untuk menggunakan

Padahal apabila diterapkan, penggunaan teknologi informasi tentu memberikan peluang yang lebih besar untuk menjangkau pangsa pasar baru. Berdasarkan grafik diatas, dapat disimpulkan bahwa pesaing usaha di ASEAn yang memiliki layanan E-Commerce masih sedikit. Sehingga memudahkan dalam melakukan penetrasi pasar. Sedangkan untuk Eropa, China, Amerika Serikat, dan singapura, merupakan lahan empuk yang dapat disasar untuk pangsa pasar baru.

Perkembangan internet di Indonesia semakin meningkat, seperti yang telah dijelaskan pada sebelumnya. Masyarakat kini perlahan mulai beralih melakukan jual beli secara online.

Berdasarkan analisi grafik diatas, maka dapat dismpulkan bahwa semakin tahun transaksi online menjadi lebih banyak. Inilah peluang yang dapat diambil oleh UMKM untuk meningkatkan daya saingnya.

Pada akhirnya penggunaan teknologi informasi untuk UMKM menjadi suatu hal yang perlu digunakan agar UMKM memiliki daya saing yang lebih kuat. Beberapa Manfaat Yang didapatkan UMKM dari penggunaan teknologi informasi antara lain: 
  1. Media Komunikasi yang akurat. Baik komunikasi kepada konsumen sebagai layanan customer service, maupun kepada pemasok dan kepada mitra usaha.
  2. Sebagai media untuk mencari informasi desain, baik inovasi desain produk, desain logo perusahaan, dan lain-lain. 
  3. Media promosi dan branding produk yang lebih baik. Promosi dengan penggunaan teknologi informasi dapat menggunakan media website, media sosial, mailing list (milis), ERP (Enteprise Resource Planning), dan lain sebagainya. 
  4. Sebagai media untuk melakukan riset pasar. Seperti riset mengenai barang yang disukai masyarakat, riset pangsa pasar baru untuk ekspor, dan lain sebagainya. 
  5. Sebagai media pembanding dengan UMKM lainnya. Baik dari segi layanan, desain produk, serta branding  produk di masyarakat. 
Dengan penerapan teknologi teknologi informasi, diharapkan dapat Mempercepat pertumbuhan dan perkembangan UMKM. Selain itu juga meningkatkan daya saing UMKM dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat.
READ MORE

Peranan Sarjana Teknik Industri Ma Chung dalam Pengembangan UMKM di Indonesia

Kondisi ekonomi yang memburuk membuat UMKM (Usaha kecil Mikro Menengah) kini menjadi salah satu tumpuan dalam membangun perekonomian nasional. Namun UMKM di Indonesia kini akan menghadapi persaingan yang jauh lebih ketat lagi. Terlebih lagi indonesia akan menghadapi MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), maka dapat dipastikan bahwa persaingan tidak lagi terbatas di hanya Indonesia, tetapi juga bersaing secara internasional. UMKM di Indonesia akan berhadapan dengan banyak pesaing. Pesaing tersebut tidaklah hanya pesaing sesama UMKM di Indonesia, tetapi juga menghadapi perusahaan-perusahaan yang memiliki modal yang lebih besar. Menghadapi persaingan tersebut, tentu perlu mengembangkan UMKM sehingga mampu mempertahankan eksistensinya.
Salah satu pengembangan UMKM adalah pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Ma Chung. Pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dilakukan untuk UMKM, namun juga untuk beberapa komunitas. Mahasiswa Universitas Ma Chung memiliki beberapa kegiatan dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain: Service Learning, I-Sos (Industrial Sosial), dan berbagai program Live-in yang diselenggarakan masing-masing HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi).
Topik bahasan kali ini adalah mengenai program I-Sos, yang merupakan program kerja HMP Teknik Industri Univiversitas Ma Chung. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Univesitas Ma Chung, khususnya program studi teknik industri dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Mitra UMKM dalam program I-Sos kali ini adalah warga Desa Kucur, Kec. Dau, Malang. Desa Kucur memiliki beberapa UMKM, yakni:
  • UMKM Permen Lolipop
  • UMKM Carang Mas
  • UMKM Keripik Singkong
  • UMKM Masker
  • dan UMKM Jamu
Pada program I-sos ini mahasiswa teknik industri Universitas Ma Chung melakukan analisis secara intensif dengan menginap selama 3 hari 2 malam secara berkelompok. Sebelumnya para peserta I-Sos telah dibagi menjadi 5 kelompok, sesuai dengan jumlah UMKM yang ada. Selama 3 hari 2 malam tersebut, para peserta berinteraksi dengan pemilik UMKM guna mendapatkan informasi, melakukan analisis awal, serta menjalin hubungan yang baik dengan pemilik UMKM. Setelah itu, para peserta secara rutin setiap bulan melakukan kunjungan ke UMKM sesuai dengan kelompoknya.
Kunjungan rutin ini bertujuan mengetahui perkembangan serta permasalahan yang dihadapi oleh UMKM. Tiap UMKM pasti memiliki permasalahan yang berbeda. UMKM yang dikunjungi kali ini adalah UMKM Jamu. Permasalahan yang dihadapi UMKM yang berhasiol diidentifikasi adalah masalah di proses produksi dan masalah di pemasaran. Pada proses produksi adalah masalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja karyawan), dimana peralatan penggilingan yang dipakai memiliki pengamanan yang kurang dan beresiko menimbulkan cedera. Selain itu, pengerjaan secara manual dan keterbatasan tenaga kerja membuat proses produksi berjalan lebih lama. Sedangkan untuk permasalahan pada proses pemasaran produk adalah desain kemasan produk yang kurang informatif dan pangsa pasar yang masih sedikit.
Berdasarkan permasalahan yang berhasil diidentifikasi, selanjutnya adalah merancang usulan/solusi yang dapat ditwarkan kepada pemiliki UMKM. Beberapa solusi yang berhasil dirancang antara lain:
  1. Membantu mengenalkan dan produk melalui website, serta medial sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dll.)
  2. Merancang peralatan penggilingan dilengkapi pengaman sehingga mengurangi resiko cedera
  3. Menggunakan blender untuk proses penghalusan bubuk jamu yang telah jadi
  4. Melakukan kerja sama dengan beberapa restoran agar UMKM Jamu dapat menjadi pemasok jamu di restoran tersebut.
Rancangan tersebut diharapkan dapat mengembangkan UMKM mitra menjadi lebih baik. Kegiatan I-sos ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pihak Univeristas, terutama mahasiswa Prodi (Program Studi) Teknik Industri diuntungkan karena dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan nyata. Sedagkan bagi UMKM sendiri juga terbantu dalam mengidentifikasi permasalahan yang dimilikinya, serta solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi.
READ MORE