Salah satu pengembangan UMKM adalah pendampingan yang dilakukan oleh mahasiswa. Hal ini merupakan kegiatan yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Ma Chung. Pengembangan dan pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dilakukan untuk UMKM, namun juga untuk beberapa komunitas. Mahasiswa Universitas Ma Chung memiliki beberapa kegiatan dalam pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain: Service Learning, I-Sos (Industrial Sosial), dan berbagai program Live-in yang diselenggarakan masing-masing HMP (Himpunan Mahasiswa Prodi).
Topik bahasan kali ini adalah mengenai program I-Sos, yang merupakan program kerja HMP Teknik Industri Univiversitas Ma Chung. Program ini menjadi wujud nyata kontribusi mahasiswa Univesitas Ma Chung, khususnya program studi teknik industri dalam bidang pengembangan dan pemberdayaan masyarakat. Mitra UMKM dalam program I-Sos kali ini adalah warga Desa Kucur, Kec. Dau, Malang. Desa Kucur memiliki beberapa UMKM, yakni:
- UMKM Permen Lolipop
- UMKM Carang Mas
- UMKM Keripik Singkong
- UMKM Masker
- dan UMKM Jamu
Pada program I-sos ini mahasiswa teknik industri Universitas Ma Chung melakukan analisis secara intensif dengan menginap selama 3 hari 2 malam secara berkelompok. Sebelumnya para peserta I-Sos telah dibagi menjadi 5 kelompok, sesuai dengan jumlah UMKM yang ada. Selama 3 hari 2 malam tersebut, para peserta berinteraksi dengan pemilik UMKM guna mendapatkan informasi, melakukan analisis awal, serta menjalin hubungan yang baik dengan pemilik UMKM. Setelah itu, para peserta secara rutin setiap bulan melakukan kunjungan ke UMKM sesuai dengan kelompoknya.
Kunjungan rutin ini bertujuan mengetahui perkembangan serta permasalahan yang dihadapi oleh UMKM. Tiap UMKM pasti memiliki permasalahan yang berbeda. UMKM yang dikunjungi kali ini adalah UMKM Jamu. Permasalahan yang dihadapi UMKM yang berhasiol diidentifikasi adalah masalah di proses produksi dan masalah di pemasaran. Pada proses produksi adalah masalah K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja karyawan), dimana peralatan penggilingan yang dipakai memiliki pengamanan yang kurang dan beresiko menimbulkan cedera. Selain itu, pengerjaan secara manual dan keterbatasan tenaga kerja membuat proses produksi berjalan lebih lama. Sedangkan untuk permasalahan pada proses pemasaran produk adalah desain kemasan produk yang kurang informatif dan pangsa pasar yang masih sedikit.
Berdasarkan permasalahan yang berhasil diidentifikasi, selanjutnya adalah merancang usulan/solusi yang dapat ditwarkan kepada pemiliki UMKM. Beberapa solusi yang berhasil dirancang antara lain:
- Membantu mengenalkan dan produk melalui website, serta medial sosial (Facebook, Twitter, Instagram, dll.)
- Merancang peralatan penggilingan dilengkapi pengaman sehingga mengurangi resiko cedera
- Menggunakan blender untuk proses penghalusan bubuk jamu yang telah jadi
- Melakukan kerja sama dengan beberapa restoran agar UMKM Jamu dapat menjadi pemasok jamu di restoran tersebut.
Rancangan tersebut diharapkan dapat mengembangkan UMKM mitra menjadi lebih baik. Kegiatan I-sos ini memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Pihak Univeristas, terutama mahasiswa Prodi (Program Studi) Teknik Industri diuntungkan karena dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat dalam kehidupan nyata. Sedagkan bagi UMKM sendiri juga terbantu dalam mengidentifikasi permasalahan yang dimilikinya, serta solusi yang dapat dilakukan dalam mengatasi permasalahan yang terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan Tinggalkan Saran dan Kritik Anda, Terima Kasih.